Sirip pendingin tembaga adalah perangkat manajemen termal yang terutama dibuat dari tembaga. Dengan memanfaatkan konduktivitas termal tembaga yang tinggi, sirip ini mampu menghantarkan panas dengan cepat untuk memastikan peralatan beroperasi secara normal.
Karakteristik kinerja: Konduktivitas termal tembaga adalah 401 W/(m·K), sekitar 1,7 kali lipat dari aluminium, sehingga memungkinkan perpindahan panas yang cepat dari sumber panas ke sirip pendingin. Kapasitas panas jenisnya hanya setengah dari aluminium, memungkinkan perubahan suhu lebih cepat setelah menyerap panas, sehingga cocok untuk skenario perpindahan panas cepat. Namun, kerapatan tembaga lebih dari tiga kali lipat dibanding aluminium, mengakibatkan bobot yang jauh lebih besar pada volume yang sama. Selain itu, biaya tembaga yang lebih tinggi turut menyebabkan harga sirip pendingin tembaga relatif lebih mahal.
Jenis Umum: Termasuk sirip heat sink tembaga, radiator tembaga, dan pelat dingin tembaga. Sirip tembaga individu biasanya memiliki ketebalan 0,1-0,3 mm dan dilekatkan pada substrat melalui proses pengelasan atau fin-through untuk digunakan pada heat sink berpendingin udara. Radiator tembaga terdiri dari tabung tembaga dan sirip, digunakan dalam sistem pendinginan cair. Pelat dingin tembaga memiliki mikrosaluran internal dan umumnya digunakan dalam sistem pendinginan cair untuk pusat data dan aplikasi serupa.
Area Penerapan: Dalam elektronik, banyak digunakan untuk mendinginkan perangkat keras seperti CPU komputer dan kartu grafis. Dalam industri otomotif, digunakan dalam sistem pendingin mesin. Selain itu, diterapkan juga dalam sistem pendingin peralatan industri dan perangkat medis seperti pemindai CT dan mesin MRI.
Proses Manufaktur: Proses produksi untuk sirip pendingin tembaga meliputi peleburan, penggulungan, penarikan, annealing, dan teknik lainnya. Melalui proses-proses ini, tembaga dibentuk menjadi bentuk yang dibutuhkan seperti tabung tembaga dan sirip. Komponen-komponen tersebut kemudian dirakit menjadi sirip pendingin melalui pengelasan, penyisipan sirip, dan metode lainnya.


